Perekaman Biometrik Menyulitkan Jamaah Haji dan Umroh

perekaman biometrik travel umroh

Share This Post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Perekaman Biometrik Menyulitkan Jamaah Haji dan Umroh | Jakarta – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sudah berkomunikasi dengan pihak Arab Saudi. Soal pengambilan data biometrik calon jemaah umrah oleh VFS Tasheel yang dianggap memberatkan. Menag menyampaikan keluhan terkait biometrik melalui surat ataupun pertemuan langsung.

“Kita lakukan, baik secara resmi melalui surat yang saya tandatangani kepada Menteri Haji Saudi Arabia maupun ketika saya bertemu beliau dalam rangka penandatangan MoU Haji 2019.” Kata Menag Lukman kepada wartawan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). Sebagaimana dilansir dari Detik.

Dalam surat dan pertemuan itu, Lukman menyampaikan ada kendala jarak terkait pengambilan data oleh VFS Tasheel. Hal ini terutama karena lokasi kantor VFS Tasheel yang terbatas, padahal domisili jemaah sampai ke pelosok.

Perekaman Biometrik Menyulitkan Jamaah Haji dan Umroh

“Itu sangat menyulitkan jemaah haji dan umrah kita karena memang tempat tinggal calon jamaah haji itu tersebar dan sangat luas karena negara kita kepulauan,” ucap Lukman.

Lukman pun berharap proses perekaman biometrik dikembalikan ke cara seperti sebelumnya, ketika pengambilan data dilakukan di Bandara Saudi dan bukan di negara asal.

“Sehingga kita berharap proses penerbitan visa selama pengalaman tahun-tahun selama ini. Yaitu dilakukan di akhir keberangkatan jemaah bertolak ke Tanah Suci dan di bandara atau di embarkasi masing-masing agar tidak menyulitkan kita,” tutur Lukman.

Baca Juga : Persyaratan Rekam Biometrik

Menurut Lukman, pemerintah Arab Saudi saat ini masih mempelajari keluhan dari Indonesia. Dia berharap segera ada solusi terkait masalah biometrik ini.

“Pemerintah Saudi sedang mempertimbangkan hal ini, kita harus menghormati dan menghargai kebijakan yang sepenuhnya merupakan otoritas Saudi Arabia. Tapi kami meminta kebijakan itu tidak diterapkan saat ini karena sangat menyulitkan dan membebani calon jamaah umrah dan haji kita,” ucap Lukman.

Sejak beberapa bulan lalu, perekaman data biometrik calon jemaah haji dan umrah tak lagi dilakukan di bandara Saudi. Tapi di negara asal masing-masing. Di Indonesia sendiri, perekaman dilakukan oleh Visa Facilitation Services (VFS) Thaseel. VFS merupakan perusahaan pembuat visa yang ada di bawah Kedubes Saudi.

Tanpa dibekali perangkat yang memadai, lokasi kantor yang sulit dijangkau para calon jamaah umrah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan kemampuan SDM yang minim. Baik dalam penguasaan alat maupun dalam hal pelayanan.

Baca Juga : Biaya Rekam Biometrik

Kebijakan yang semula dimaksudkan Pemerintah Saudi untuk mengurangi antrean saat kedatangan di bandara Jeddah. Ataupun Madinah telah berubah menjadi prosedur tambahan yang sangat menyulitkan jemaah umrah. [ HN ]

Perekaman Biometrik Menyulitkan Jamaah Haji dan Umroh, Anda Perlu Tahu !

Perlu anda ketahui, Travel Umroh dan Haji Wesal Travel senantiasa memberikan biaya umroh murah dan terjangkau bagi jamaah. Sebagai salah satu upaya untuk membantu jamaah yang memiliki biaya pas-pasan untuk umroh maupun haji ke baitullah. Selain dari itu, untuk memenuhi keinginan jamaah yang ingin berangkat umroh namun belum memiliki biaya.

Travel umroh Wesal Travel meluncurkan aplikasi Wesal Travel sebagai upaya membantu jamaah. Meskipun dengan biaya umroh murah, Travel Umroh Wesal Travel tetap memberikan pelayanan umroh terbaik untuk jamaah umroh, dan juga memberikan fasilitas umroh yang sesuai disetiap paket umrohnya.

Mau konsultasi tentang Umroh Atau Haji ke baitullah dan wisata ? Klik link -> TANYA UMROH DAN HAJI

Baca Artikel Lainnya

Mau Umroh Atau Haji Dengan Harga Promo ?

Klik Tombol Dibawah Ini